Patung cetak alumunium dan tembaga

Patung monumen biasanya terbuat dari bahan logam, karena ukurannya umumnya besar dan diletakkan di luar ruangan (outdoor) sehingga harus terbuat dari bahan yang kuat dan tahan lama. oleh karena itu orang memilih bahan perunggu atau alumunium untuk membuat patung karena bahan ini kuat dan tidak berkarat. jangan sampai membuat artwork dari bahan yang tidak tahan lama. seperti yang baru baru ini terjadi di jakarta yaitu pembuatan artwork yang berjudul getah getih yang berbahan dasar bambu. bambu hanya bertahan 11 bulan lalu rusak, nah apa kata public menanggapi hal ini? apalagi konon biayanya mencapai 550 juta, kan sayang uangnya.

Artwork patung alumunium ini biasanya digunakan untuk monumen, pajangan di tempat-tempat umum. warnanya dapat dibuat kehijauan seperti bronze, kuning keemasan dan warna-warna lainnya menurut selera pemesan. patung alumunium ini sering dipesan customer karena harganya relatif murah dibandingkan dengan cor tembaga.

Pembuatan patung cor alumunium

Pembuatan patung alumunium/patung tembaga/perunggu ini melewati proses yang panjang, dimulai dari pembuatan model. Pembuatan model atau master ini bisa dengan clay/tanah liat, atau semen dan pasir silika, kadang juga gipsum dan serbuk batu(mill) , bisa juga batu asli. model yang sudah jadi ini kemudian di cetak menjadi patung fiberglass. proses selanjutnya adalah pembuatan molding dari pasir silika. setelah jadi molding dari pasir silika barulah dituangkan logam cair yang sudah dipanaskan sampai 1000 derajat.

proses pengecoran patung alumunium