Hari: 13 Juli 2019

Alat untuk Membuat Patung batu Muntilan

Alat untuk Membuat Patung batu Muntilan

Ada beberapa Alat untuk Membuat Patung batu  yang digunakan para seniman pahat batu di muntilan diantaranya yaitu pukul(palu), tatah, penyecel, cuplik dan belah. Alat untuk Membuat Patung batu Muntilan ini dapat ditemukan di tempat pandai besi dan pasar tradisional.

Ada beberapa Alat untuk Membuat Patung batu  yang digunakan para seniman pahat batu di muntilan diantaranya yaitu pukul(palu), tatah, penyecel, cuplik dan belah

Alat untuk Membuat  Patung batu Muntilan ini dapat ditemukan di tempat pandai besi dan pasar tradisional.

Seorang pemahat batu muntilan sedang menyepuh alat pahat

Tatah kebanyakan berbentuk pipih dan lebar dibagian ujung / kepala. Lebar dari ujung tatah ini berbeda-beda tergantung dari mau digunakan untuk menatah bagian yang manaPeralatan pahat pemahat muntilan ini harus dirawat secara rutin supaya kuat dan tajam. Karena setiap kali dipakai untuk memahat alat pahat ini lama kelamaan menjadi tumpul. Cara perawatannya adalah dengan cara disepuh.

cuplik biasanya bentuknya silinder dan cenderung luncip berfungsi untuk membentuk batu sebelum batu bisa dilakukan proses selanjutnya. Semisal batu yang ingin dibuat patung kepala budha terlebih dahulu dibentuk bakalan silinder kasar dengan menggunakan cuplik.

Cuplik dan tatah biasanya terbuat dari campuran besi dan baja. Bahan Cuplik dan Tatah yang paling bagus biasanya terbuat dari bekas per-shock Truk atau bekas pantek rel kereta api.

Cuplik dan tatah biasanya terbuat dari campuran besi dan baja. Bahan Cuplik dan Tatah yang paling bagus biasanya terbuat dari bekas per-shock Truk atau bekas pantek rel kereta api.

Sedang cuplik biasanya bentuknya silinder dan cenderung luncip berfungsi untuk membentuk batu sebelum batu bisa dilakukan proses selanjutnya. Semisal batu yang ingin dibuat patung kepala budha terlebih dahulu dibentuk bakalan silinder kasar dengan menggunakan cuplik.

Fungsi utama dari tatah adalah untuk membuat rata permukaan batu. Namun demikian tatah juga bisa difungsikan sebagai alat belah terutama jika ujung dari tatah udah tumpul dan batu yang dibelah tidak begitu keras. Tatah kadang juga bisa berfungsi sebagai layaknya cuplik untuk membakali (bentuk kasar) batu jika batunya termasuk yang tidak keras (bahasa jawa: gambos).

Tatah kebanyakan berbentuk pipih dan lebar dibagian ujung / kepala. Lebar dari ujung tatah ini berbeda-beda tergantung dari mau digunakan untuk menatah bagian yang mana. Kalau untuk bagian yang lebar dan luas, tatah dengan ujung kepala lebar lebih cocok digunakan karena akan lebih cepat memproses batu yang musti dihaluskan, sedang kalau bagian yang kecil dan sulit, tatah dengan ujung yang lebih sempit lebih cocok digunakan. Untuk kasus-kasus tertentu, tatah dengan bentuk khusus kadang juga digunakan, semacam tatah dengan bentuk ujung kepala cekung atau berbentuk cembung.

Alat Pahat perlu di rawat secara berkala

Peralatan pahat pemahat muntilan ini harus dirawat secara rutin supaya kuat dan tajam. Karena setiap kali dipakai untuk memahat alat pahat ini lama kelamaan menjadi tumpul. Cara perawatannya adalah dengan cara disepuh.

proses penyepuhan alat pahat ini dilakukan sendiri oleh pemahat muntilan caranya alat pahat dibakar hingga merah, kemudian dipipihkan menggunakan palu. Kemudian dipanaskan lagi hingga merah. Lalu dicelupkan di air dingin hingga terlihat warna kuning keemasan, jangan sampai alat yang disepuh itu terlalu tua atau terlalu muda. Jika terlalu tua, akan mudah patah. Jika terlalu muda akan mudah tumpul.

Posted by watupedia, 1 comment

Pola ukiran relief batu dinding

Pola ukiran relief batu candi dan batu paras jogja untuk dinding

Watupedia art mengerjakan Pola ukiran relief batu dinding dengan bahan batu putih dan batu candi. Adapun gambar yang akan dipahat pada batu adalah berdasarkan pesanan dari pembeli. Pola ukiran relief batu dinding ini bisa beraneka ragam karena negara indonesia memiliki keanekaragaman kultur dan budaya.

Watupedia art mengerjakan Pola ukiran relief batu dinding dengan bahan batu putih dan batu candi

Pola ukiran jawa pada batu putih paras jogja sebagai angin angin loster

 

Adapun gambar yang akan dipahat pada batu adalah berdasarkan pesanan dari pembeli

Ukiran motif kaligrafi batu cetak pasir silika

 

Pola ukiran relief batu dinding ini bisa beraneka ragam karena negara indonesia memiliki keanekaragaman kultur dan budaya.

Ukiran motif flora bunga kamboja

 

Pola ukiran relief batu dinding ini bisa beraneka ragam karena negara indonesia memiliki keanekaragaman kultur dan budaya.

Relief batu candi, ukiran pada batu dengan motif cerita borobudur

Pola ukiran relief batu dinding ini bisa beraneka ragam karena negara indonesia memiliki keanekaragaman kultur dan budaya.

Pola ukiran relief batu dinding ini bisa beraneka ragam karena negara indonesia memiliki keanekaragaman kultur dan budaya.

Ukiran motif daun bambu

 

Pola ukiran relief batu dinding ini bisa beraneka ragam karena negara indonesia memiliki keanekaragaman kultur dan budaya.

Ukiran motif cerita jataka burung merak

 

Pola ukiran relief batu dinding ini bisa beraneka ragam karena negara indonesia memiliki keanekaragaman kultur dan budaya.

Ukiran batu paras motif flora

Ciri khas dari pola satu ini adalah pola bentuknya yang sangat simetris dan juga sarat akan pola dan motif-motif yang terpengaruh dari ajaran Hindu-Bali.

Salah satu pola ukiran tradisional yang sangat umum dijumpai adalah yang khas bergaya Jawa

Untuk anda yang menggemari hunian bergaya etnik dan tradisional, kehadiran aksen dan dekorasi bernuansa ukiran tradisional merupakan hal yang wajib

 

 

Untuk anda yang menggemari hunian bergaya etnik dan tradisional, kehadiran aksen dan dekorasi bernuansa ukiran tradisional merupakan hal yang wajib. Di Indonesia sendiri, aplikasi aksen ukiran tradisional telah umum digunakan sejak dahulu kala dan setiap wilayah atau daerah memiliki kekhasannya masing-masing.

Jika anda ingin menghadirkan nuansa lebih etnik pada rumah atau interior ruangan dengan mengaplikasikan ukiran tradisional khas nusantara, mari kita lihat beberapa variasi tipe ukiran tradisional khas dari berbagai daerah berikut untuk referensi mewujudkan rumah impian anda.

1.Pola ukiran relief batu dinding khas jawa

Salah satu pola ukiran tradisional yang sangat umum dijumpai adalah yang khas bergaya Jawa. Karakteristik umum dari pola khas Jawa ini adalah penerapan elemen-elemen alam berupa tumbuhan pada polanya seperti kelopak bunga, dedaunan, hingga kuncup dan berbagai pola rempah, Pola ini serupa dengan pola-pola yang umum kamu temukan pada pola batik khas Jawa.

Pola ukiran seperti ini sangat umum ditemukan pada perabot-perabot ataupun dekorasi interior khas Jepara yang masih banyak diproduksi hingga kini dan juga ornamen khas Jawa seperti gebyok dan sejenisnya.

2. Pola ukiran relief batu dinding Khas Melayu

Variasi ukiran tradisional khas nusantara selanjutnya adalah khas Melayu yang penggunaannya banyak tersebar di Sumatera dan sekitarnya. Pola satu ini identik dengan pola yang simetrik dengan bentuk sulur-sulur atau rangkaian garis abstrak yang membentuk pola organik.

Pada daerah tertentu, pola ukiran ini banyak mendapat pengaruh dari masuknya ajaran Islam dan budaya Arab sehingga divariasikan dengan ornamen khas Arab dan juga pola kaligrafi Arab.

3. Pola ukiran relief batu dinding Khas Papua

Salah satu daerah di Indonesia yang terkenal akan keindahan dan kekayaan seni ukirnya adalah Papua. Berbagai suku di Papua memiliki ukiran tradisional khas yang berbeda. Umumnya, pola khas Papua memiliki bentuk-bentuk manusia dan juga totem dengan penggunaan material kayu yang berwarna lebih gelap. Pola ini banyak ditemukan dalam dekorasi-dekorasi asal Papua.

4. Pola ukiran relief batu dinding Khas Dayak

Berbeda lagi dengan ukiran tradisional khas Dayak yang tersebar di Pulau Kalimantan dan sekitarnya di mana pola khasnya adalah bentuk sulur melengkung dengan ujung yang meruncing. Ciri khas lain dari pola khas Dayak adalah penggunaan warna-warna terang yang sangat mencolok sehingga sangat mudah mengenali pola ukir tradisional satu ini. Penerapannya banyak ditemukan pada rumah-rumah adat tradisional dan juga perlengkapan kesenian tradisional Dayak.

5. Pola ukiran relief batu dinding Khas Bali

Pilihan ukiran tradisional khas Nusantara lainnya yang sangat khas dan populer adalah pola ukir khas Pulau Dewata. Jika pola ukir sebelumnya banyak diterapkan pada material kayu, pola ukir tradisional khas Bali diaplikasikan pada material batu. Ciri khas dari pola satu ini adalah pola bentuknya yang sangat simetris dan juga sarat akan pola dan motif-motif yang terpengaruh dari ajaran Hindu-Bali.

Ukiran tradisional di Indonesia sangatlah beragam karena latar belakang adat dan budaya di Indonesia yang juga sangat kaya. Berbagai variasi pola khas nusantara di atas hanyalah beberapa di antaranya yang bisa anda coba aplikasikan pada hunian ands untuk membawa suasana hunian yang lebih tradisional dan juga etnik.

Sudah temukan motif dan pola ukiran tradisional yang paling pas untuk desain hunian impian anda ? Jangan lupa, untuk membangun suasana etnik pada hunian, tambahan dekorasi tidaklah cukup. Pastikan perabot dan pemilihan elemen interior lainnya juga mampu menunjang citra etnik tradisional yang dihadirkan oleh pola yang telah kamu terapkan pada hunian. Selamat berkreasi pola ukir khas nusantara favorit anda!

Posted by watupedia, 0 comments